WELCOME TO G-PL4T

BTricks

Minggu, 21 Agustus 2011

STRATIFIKASI SOSIAL

Hakekat stratifikasi sosial adalah adanya sesuatu yg dihargai lebih . Maksudnya orang yang memiliki materi berlimpah, keahlian, atau keterampilan tinngi . Tinggi rendahnya pendidikan, prestasi, keturunan yang lebih tinggilah yang lebih dihargai daripada yang lebih rendah(sedikit)
A. Pengertian Stratifikasi Sosial
Pembedaan /pengelompokkan masyarakat kedalam lapisan-lapisan sosial secara bertingkat.
Menurut Max Weber è Stratifikasi sosial sbgpenggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu kedalam lapisan-lapisan hierarki menurut dimensi kekuasaan, hak istimewa, dan prestise.
Menurut Cuber è Stratifikasi sosial sebagai pola penempatan kategori kelas sos berdasarkan hak-hak yg berbeda.
B. Faktor Penyebab Stratifikasi Sosial
-        Kemampuan
-        Umum
-        Fisik
-        Jenis kelamin
-        Harta
-        Fisik
C. Beberapa Kondisi Umum yg Mendorong Terciptanya Stratifikasi Sosial dlm Masyarakat Menurut Huky
-        Perbedaan ras & budaya
-        Pembagian tugas yg terspesialisasi
-        Kelangkaan
D. Dasar Stratifikasi Sosial
Disebabkan oleh adanya sesuatu yg dihargai lebih. Ukuran yang dipakai untuk menggolongkan seseorang pada suatu lapisan tertentu adalah ukuran komulatif &bukan ukuran tunggal.
Contoh : Kekayaan, kekuasaan, pendidika, bahkan kehormatan.
E.  Status /Unsur Stratifikasi Sosial
Status atu kedudukan menunjukkan hak dan kewajiban seseoran dalam masyarakat.
J Cara memperoleh status tersebut :
  1. Ascribed status è Kedudukan yg diperoleh secar aotomatis tanpa usaha.
  2. Achieved status è Kedudukan yang diperoleh dengan usaha/ disengaja, kedudukan ini bersifat terbuka.
  3. Assigned status è Kombinasi dari perolehan status melalui usaha dengan status yang diperoleh secara otomatis.
J Konflik status :
-     Konflik secara individual
-     Konflik secara kelompok
-     Konflik status antar individu
  1. Peranan (Role)
Adalah tingkah laku yang diharapkan dr orang lain yang memiliki kedudukan/status.
G. Sifat Stratifikasi Sosial
J Menurut Soerjono Soekanto :
  1. Stratifikasi sosial tertutup
  2. Stratifikasi sosial terbuka
  3. Stratifikasi sosial campuran
H. Fungsi Stratifikasi Sosial
-        Distribusi hak-hak istimewa yang objektif
-        Menjadi sistem pertanggan pada strata yg berhubungan
-        Kriteria sistem perentangan
-        Penentu lambing-lambang/ kedudukan
-        Ppenentu tingkat mudah& sukarnya bertukar kedudukan
-        Alat solidaritas diantara individu-individu

Jumat, 19 Agustus 2011

LARANGAN BERPUASA SETAHUN PENUH

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :
Larangan Berpuasa Setahun PenuhBerpuasa satu tahun penuh, suatu amalan yang dianggap ibadah dan masih saja diamalkan sampai sekarang. berpuasa setahun penuh bahkan lebih dengan tata cara tertentu dan biasanya demi tujuan tertentu. puasa seperti ini bukanlah ajaran dari Islam, karena Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- sendiri melarang puasa setahun penuh, apa lagi lebih dari itu.

Dasar pelarangan berpuasa setahun penuh adalah hadist dari Abdullah bin Amr -Rodhiyallahu 'anhu- berkata :

أُخْبِرَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَنِّي أَقُولُ، وَاللهِ لأَصُومَنَّ النَّهَارَ وَلأَقُومَنَّ اللَّيْلَ مَا عِشْتُ؛ فَقُلْتُ لَهُ: قَدْ قُلْتُهُ، بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي قَالَ: فَإِنَّكَ لاَ تَسْتَطِيع ذلِكَ، فَصُمْ وَأَفْطِرْ، وَقُمْ وَنَمْ، وَصُمْ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ، فَإِنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، وَذلِكَ مِثْلُ صِيَامِ الدَّهْرِ قُلْتُ: إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذلِكَ قَالَ: فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمَيْنِ قُلْتُ: إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذلِكَ قَالَ: فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا، فَذَلِكَ صِيَامُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، وَهُوَ أَفْضَلُ الصِّيَامُ فَقُلْتُ: إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذلِكَ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: لاَ أَفْضَلَ مِنْ ذلِكَ

Artinya : "Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- diberi kabar bahwa aku berkata : Demi Allah, aku benar-benar akan berpuasa sepanjang hari, dan akan qiyamullail sepanjang sisa hidupku. maka aku berkata kepada beliau : iya, aku telah mengatakannya. beliau bersabda : sungguh engkau tidak akan mampu melakukannya. berpuasalah dan berbuka, qiyamullaillah kemudian istirahat. dan berpuasalah 3 hari pada tiap bulan, maka sesungguhnya satu kebaikan dilipat gandakan 10 kali lipat, dan itu seperti puasa satu tahun. aku berkata : sesungguhnya aku mampu untuk lebih dari itu. beliau bersabda : berpuasalah sehari dan bukalah dua hari. aku berkata : aku mampu lebih dari itu. beliau bersabda : berpuasalah sehari dan berbukalah sehari, seperti itulah puasa Nabi Daud -'alaihi as-salam-. dan itu adalah sebaik-baiknya puasa. aku berkata : sesungguhnya aku mampu lebih dari pada itu. Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda : tidak ada (puasa) yang lebih baik dari pada itu. (HR Bukhori dan Muslim)

Begitu jelas penjabaran Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- dalam menerangkan sebuah syariat. ketika salah seorang sahabatnya mempunyai semangat yang lebih untuk beribadah, akan tetapi ibadah yang akan dilakukannya tidak diajarkan oleh Islam, maka beliau memberi tahukan gantinya.

Yaitu puasa 3 hari pada tiap bulan, karena satu kebaikan dilipat gandakan menjadi 10, rata-rata jumlah bulan dalam kalender hijriyah adalah 29 dan 30. jadi puasa 3 hari tiap bulan seperti puasa sebulan penuh. dan itulah yang dikatakan Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- sebagai puasa setahun penuh seperti puasa 6 hari dibulan syawal.

Jika mampu lebih dari itu, maka disyariatkan pula berpuasa satu hari dan berbuka 2 hari. jika mampu lebih lagi, maka beliau telah mensyariatkan puasa sehari puasa dan sehari berbuka. itulah puasanya Nabi Daud -'alaihi assalam-. dan itu adalah puasa yang terbaik dan paling dicintai oleh Allah. dan beliau menjelaskan bahwa tidak ada lagi puasa sunah yang lebih baik dari pada itu. maka setiap hari puasa bukanlah termasuk ajaran dari Islam.

Read more: http://www.artikelislami.com/2010/09/larangan-berpuasa-setahun-penuh.html#ixzz1VXGSSdUi
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :
Larangan Berpuasa Setahun PenuhBerpuasa satu tahun penuh, suatu amalan yang dianggap ibadah dan masih saja diamalkan sampai sekarang. berpuasa setahun penuh bahkan lebih dengan tata cara tertentu dan biasanya demi tujuan tertentu. puasa seperti ini bukanlah ajaran dari Islam, karena Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- sendiri melarang puasa setahun penuh, apa lagi lebih dari itu.

Dasar pelarangan berpuasa setahun penuh adalah hadist dari Abdullah bin Amr -Rodhiyallahu 'anhu- berkata :

أُخْبِرَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَنِّي أَقُولُ، وَاللهِ لأَصُومَنَّ النَّهَارَ وَلأَقُومَنَّ اللَّيْلَ مَا عِشْتُ؛ فَقُلْتُ لَهُ: قَدْ قُلْتُهُ، بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي قَالَ: فَإِنَّكَ لاَ تَسْتَطِيع ذلِكَ، فَصُمْ وَأَفْطِرْ، وَقُمْ وَنَمْ، وَصُمْ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ، فَإِنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، وَذلِكَ مِثْلُ صِيَامِ الدَّهْرِ قُلْتُ: إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذلِكَ قَالَ: فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمَيْنِ قُلْتُ: إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذلِكَ قَالَ: فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا، فَذَلِكَ صِيَامُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، وَهُوَ أَفْضَلُ الصِّيَامُ فَقُلْتُ: إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذلِكَ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: لاَ أَفْضَلَ مِنْ ذلِكَ

Artinya : "Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- diberi kabar bahwa aku berkata : Demi Allah, aku benar-benar akan berpuasa sepanjang hari, dan akan qiyamullail sepanjang sisa hidupku. maka aku berkata kepada beliau : iya, aku telah mengatakannya. beliau bersabda : sungguh engkau tidak akan mampu melakukannya. berpuasalah dan berbuka, qiyamullaillah kemudian istirahat. dan berpuasalah 3 hari pada tiap bulan, maka sesungguhnya satu kebaikan dilipat gandakan 10 kali lipat, dan itu seperti puasa satu tahun. aku berkata : sesungguhnya aku mampu untuk lebih dari itu. beliau bersabda : berpuasalah sehari dan bukalah dua hari. aku berkata : aku mampu lebih dari itu. beliau bersabda : berpuasalah sehari dan berbukalah sehari, seperti itulah puasa Nabi Daud -'alaihi as-salam-. dan itu adalah sebaik-baiknya puasa. aku berkata : sesungguhnya aku mampu lebih dari pada itu. Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda : tidak ada (puasa) yang lebih baik dari pada itu. (HR Bukhori dan Muslim)

Begitu jelas penjabaran Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- dalam menerangkan sebuah syariat. ketika salah seorang sahabatnya mempunyai semangat yang lebih untuk beribadah, akan tetapi ibadah yang akan dilakukannya tidak diajarkan oleh Islam, maka beliau memberi tahukan gantinya.

Yaitu puasa 3 hari pada tiap bulan, karena satu kebaikan dilipat gandakan menjadi 10, rata-rata jumlah bulan dalam kalender hijriyah adalah 29 dan 30. jadi puasa 3 hari tiap bulan seperti puasa sebulan penuh. dan itulah yang dikatakan Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- sebagai puasa setahun penuh seperti puasa 6 hari dibulan syawal.

Jika mampu lebih dari itu, maka disyariatkan pula berpuasa satu hari dan berbuka 2 hari. jika mampu lebih lagi, maka beliau telah mensyariatkan puasa sehari puasa dan sehari berbuka. itulah puasanya Nabi Daud -'alaihi assalam-. dan itu adalah puasa yang terbaik dan paling dicintai oleh Allah. dan beliau menjelaskan bahwa tidak ada lagi puasa sunah yang lebih baik dari pada itu. maka setiap hari puasa bukanlah termasuk ajaran dari Islam.

Read more: http://www.artikelislami.com/2010/09/larangan-berpuasa-setahun-penuh.html#ixzz1VXGSSdUi
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :
Larangan Berpuasa Setahun PenuhBerpuasa satu tahun penuh, suatu amalan yang dianggap ibadah dan masih saja diamalkan sampai sekarang. berpuasa setahun penuh bahkan lebih dengan tata cara tertentu dan biasanya demi tujuan tertentu. puasa seperti ini bukanlah ajaran dari Islam, karena Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- sendiri melarang puasa setahun penuh, apa lagi lebih dari itu.

Dasar pelarangan berpuasa setahun penuh adalah hadist dari Abdullah bin Amr -Rodhiyallahu 'anhu- berkata :

أُخْبِرَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَنِّي أَقُولُ، وَاللهِ لأَصُومَنَّ النَّهَارَ وَلأَقُومَنَّ اللَّيْلَ مَا عِشْتُ؛ فَقُلْتُ لَهُ: قَدْ قُلْتُهُ، بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي قَالَ: فَإِنَّكَ لاَ تَسْتَطِيع ذلِكَ، فَصُمْ وَأَفْطِرْ، وَقُمْ وَنَمْ، وَصُمْ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ، فَإِنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، وَذلِكَ مِثْلُ صِيَامِ الدَّهْرِ قُلْتُ: إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذلِكَ قَالَ: فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمَيْنِ قُلْتُ: إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذلِكَ قَالَ: فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا، فَذَلِكَ صِيَامُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، وَهُوَ أَفْضَلُ الصِّيَامُ فَقُلْتُ: إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذلِكَ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: لاَ أَفْضَلَ مِنْ ذلِكَ

Artinya : "Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- diberi kabar bahwa aku berkata : Demi Allah, aku benar-benar akan berpuasa sepanjang hari, dan akan qiyamullail sepanjang sisa hidupku. maka aku berkata kepada beliau : iya, aku telah mengatakannya. beliau bersabda : sungguh engkau tidak akan mampu melakukannya. berpuasalah dan berbuka, qiyamullaillah kemudian istirahat. dan berpuasalah 3 hari pada tiap bulan, maka sesungguhnya satu kebaikan dilipat gandakan 10 kali lipat, dan itu seperti puasa satu tahun. aku berkata : sesungguhnya aku mampu untuk lebih dari itu. beliau bersabda : berpuasalah sehari dan bukalah dua hari. aku berkata : aku mampu lebih dari itu. beliau bersabda : berpuasalah sehari dan berbukalah sehari, seperti itulah puasa Nabi Daud -'alaihi as-salam-. dan itu adalah sebaik-baiknya puasa. aku berkata : sesungguhnya aku mampu lebih dari pada itu. Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda : tidak ada (puasa) yang lebih baik dari pada itu. (HR Bukhori dan Muslim)

Begitu jelas penjabaran Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- dalam menerangkan sebuah syariat. ketika salah seorang sahabatnya mempunyai semangat yang lebih untuk beribadah, akan tetapi ibadah yang akan dilakukannya tidak diajarkan oleh Islam, maka beliau memberi tahukan gantinya.

Yaitu puasa 3 hari pada tiap bulan, karena satu kebaikan dilipat gandakan menjadi 10, rata-rata jumlah bulan dalam kalender hijriyah adalah 29 dan 30. jadi puasa 3 hari tiap bulan seperti puasa sebulan penuh. dan itulah yang dikatakan Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- sebagai puasa setahun penuh seperti puasa 6 hari dibulan syawal.

Jika mampu lebih dari itu, maka disyariatkan pula berpuasa satu hari dan berbuka 2 hari. jika mampu lebih lagi, maka beliau telah mensyariatkan puasa sehari puasa dan sehari berbuka. itulah puasanya Nabi Daud -'alaihi assalam-. dan itu adalah puasa yang terbaik dan paling dicintai oleh Allah. dan beliau menjelaskan bahwa tidak ada lagi puasa sunah yang lebih baik dari pada itu. maka setiap hari puasa bukanlah termasuk ajaran dari Islam.

Read more: http://www.artikelislami.com/2010/09/larangan-berpuasa-setahun-penuh.html#ixzz1VXGSSdUi
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :
Larangan Berpuasa Setahun PenuhBerpuasa satu tahun penuh, suatu amalan yang dianggap ibadah dan masih saja diamalkan sampai sekarang. berpuasa setahun penuh bahkan lebih dengan tata cara tertentu dan biasanya demi tujuan tertentu. puasa seperti ini bukanlah ajaran dari Islam, karena Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- sendiri melarang puasa setahun penuh, apa lagi lebih dari itu.

Dasar pelarangan berpuasa setahun penuh adalah hadist dari Abdullah bin Amr -Rodhiyallahu 'anhu- berkata :

أُخْبِرَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَنِّي أَقُولُ، وَاللهِ لأَصُومَنَّ النَّهَارَ وَلأَقُومَنَّ اللَّيْلَ مَا عِشْتُ؛ فَقُلْتُ لَهُ: قَدْ قُلْتُهُ، بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي قَالَ: فَإِنَّكَ لاَ تَسْتَطِيع ذلِكَ، فَصُمْ وَأَفْطِرْ، وَقُمْ وَنَمْ، وَصُمْ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ، فَإِنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، وَذلِكَ مِثْلُ صِيَامِ الدَّهْرِ قُلْتُ: إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذلِكَ قَالَ: فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمَيْنِ قُلْتُ: إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذلِكَ قَالَ: فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا، فَذَلِكَ صِيَامُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، وَهُوَ أَفْضَلُ الصِّيَامُ فَقُلْتُ: إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذلِكَ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: لاَ أَفْضَلَ مِنْ ذلِكَ

Artinya : "Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- diberi kabar bahwa aku berkata : Demi Allah, aku benar-benar akan berpuasa sepanjang hari, dan akan qiyamullail sepanjang sisa hidupku. maka aku berkata kepada beliau : iya, aku telah mengatakannya. beliau bersabda : sungguh engkau tidak akan mampu melakukannya. berpuasalah dan berbuka, qiyamullaillah kemudian istirahat. dan berpuasalah 3 hari pada tiap bulan, maka sesungguhnya satu kebaikan dilipat gandakan 10 kali lipat, dan itu seperti puasa satu tahun. aku berkata : sesungguhnya aku mampu untuk lebih dari itu. beliau bersabda : berpuasalah sehari dan bukalah dua hari. aku berkata : aku mampu lebih dari itu. beliau bersabda : berpuasalah sehari dan berbukalah sehari, seperti itulah puasa Nabi Daud -'alaihi as-salam-. dan itu adalah sebaik-baiknya puasa. aku berkata : sesungguhnya aku mampu lebih dari pada itu. Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda : tidak ada (puasa) yang lebih baik dari pada itu. (HR Bukhori dan Muslim)

Begitu jelas penjabaran Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- dalam menerangkan sebuah syariat. ketika salah seorang sahabatnya mempunyai semangat yang lebih untuk beribadah, akan tetapi ibadah yang akan dilakukannya tidak diajarkan oleh Islam, maka beliau memberi tahukan gantinya.

Yaitu puasa 3 hari pada tiap bulan, karena satu kebaikan dilipat gandakan menjadi 10, rata-rata jumlah bulan dalam kalender hijriyah adalah 29 dan 30. jadi puasa 3 hari tiap bulan seperti puasa sebulan penuh. dan itulah yang dikatakan Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- sebagai puasa setahun penuh seperti puasa 6 hari dibulan syawal.

Jika mampu lebih dari itu, maka disyariatkan pula berpuasa satu hari dan berbuka 2 hari. jika mampu lebih lagi, maka beliau telah mensyariatkan puasa sehari puasa dan sehari berbuka. itulah puasanya Nabi Daud -'alaihi assalam-. dan itu adalah puasa yang terbaik dan paling dicintai oleh Allah. dan beliau menjelaskan bahwa tidak ada lagi puasa sunah yang lebih baik dari pada itu. maka setiap hari puasa bukanlah termasuk ajaran dari Islam.

HADIST LEMAH SEPUTAR DO'A BERBUKA

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :
Hadist Lemah Seputar Doa BerbukaKetika waktu berbuka tiba, selain kita disunahkan untuk menyegerakan buka, kita juga disunahkan untuk berdoa ketika hendak berbuka (klik Doa Buka Puasa), diantara doa yang populer di masyarakat kita tentang doa berbuka puasa adalah bahwa Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- membaca doa berikut ketika hendak berbuka puasa :

اللهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

"Allahumma laka shumtu wa'ala rizqika afthortu."

Artinya : "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rizki dari-Mu aku berbuka."

Hadist ini diriwayatkan oleh Abu Daud dalam sunannya (3/316)(358). diriwayatkan dari jalan Muadz bin Zuhroh. Diriwayatkan juga oleh Abu Daud dalam Al-Marosil (124), Al-Baghowi dalam Syarh Sunah (6/265), Al-baihaqi dalam Al-Kubro (4/239), Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonafnya (2/511). hadist ini diriwayatkan dari Mu'adz bin Zuhroh dan dia adalah tabi'in dari Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- dan tidak disebutkan periwayat dari kalangan sahabat. Hadist ini adalah hadist mursal, dan mursal termasuk dalam golongan Dho'if (lemah).

#Sumb

Read more: http://www.artikelislami.com/2010/09/hadist-lemah-seputar-doa-berbuka.html#ixzz1VXDntuxN

HUKUM SHALAT ISYA' YANG IMAM SHALAT TARAWIH

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :
Hukum Sholat Isya' Imam Sholat TarawihSyeikh Muhammad Sholih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukumnya seseorang yang sholat isya' dibelakang imam yang sholat tarawih?

Beliau menjawab : Jika seseorang melaksanakan sholat isya' dibelakang imam yang sedang sholat tawarih, kemudian setelah imam selesai sholat maka dia menyempurnakan sholatnya maka hukumnya adalah boleh. pendapat ini disahkan oleh imam Ahmad dengan dasar ketika Mu'adz bin Jabal melaksanakan sholat isya' dengan Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- kemudian dia kembali kepada kaumnya dan mengimami sholat isya' bersama mereka, maka yang dia laksanakan adalah sunah dan orang-orang yang sholat dibelakangnya adalah wajib. (muttafak 'alaihi)

Akan tetapi jika orang ini bersama orang-orang lain yang belum sholat isya', maka lebih baik mereka membentuk sholat berjama'ah disisi lain masjid agar dapat melaksanakan sholat isya' dari awal sampai akhir bersama jama'ah.

Read more: http://www.artikelislami.com/2010/09/hukum-sholat-isya-imam-sholat-tarawih.html#ixzz1VXCj2aeQ

Keutamaan Bulan Ramadhan

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :
Keutamaan Bulan RamadhanBulan ramadhan bulan yang mulia, sebuah momen yang sangat agung dimana Allah -ta'ala- melipat gandakan pahala setiap hamba yang beramal, dan membukakan pintu-pintu kebaikan. bulan yang penuh berkah dan rahmat serta ampunan. Allah berfirman :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Artinya : "Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)." (QS Al-Baqoroh : 185)

Bulan dimana pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan dibelenggunya setan-setan. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

إذا جاء رمضان فُتِّحت أبواب الجنة وغُلِّقت أبواب النار وصُفِّدت الشياطين

Artinya : "Jika datang bulan ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu." (Muttafaq 'Alaihi)

Keutamaan Bulan Ramadhan

Dibukanya pintu-pintu surga dikarenakan banyaknya amalan-amalan sholih dilakukan pada bulan tersebut. dan ditutupnya pintu-pintu neraka dikarenakan sedikitnya amalan kemaksiatan yang dilakukan orang-orang yang beriman pada bulan itu. dan dibelenggunya setan-setan dikarenakan mereka tidak bisa lagi merusak dan menyesatkan manusia sebagaimana pada bulan-bulan yang lain dimana manusia pada waktu itu sedang sibuk melaksanakan amalan-amalan ibadah dan ketaatan.

Dan diantara keutamaan bulan ramadhan adalah sebagaimana yang disabdakan Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- :

أُعْطِيَتْ أمتي خمس خصال في رمضان لم تُعْطَهُنَّ أمة من الأمم قبلها : خلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك , وتستغفر لهم الملائكة حتى يفطروا , ويزين الله كل يوم جنته ويقول : يوشك عبادي الصالحون أن يلقوا عنهم المؤونة والأذى ويصيروا إليك , وتصفد فيه مَرَدَة الشياطين فلا يخلصون إلى ما كانوا يخلصون إليه في غيره , ويغفر لهم في آخر ليلة " , قيل : يا رسول الله أهي ليلة القدر ؟ قال : " لا ولكن العامل إنما يوفى أجره إذا قضى عمله

Artinya : "Diberikan kepada ummatku 5 hal pada bulan ramadhan yang tidak diberikan kepada ummat-ummat sebelumnya : bau mulut seseorang yang berpuasa lebih wangi bagi Allah dari pada wangi misik. dan malaikat-malaikat mendoakan ampunan bagi orang-orang yang berpuasa sampai mereka berbuka. dan Allah menghiasi surga-Nya setiap hari seraya berkata : mereka para hamba-hambaKu yang harus merasakan kesusahan (demi) menuju kepadamu. dan dibelenggunya gangguan-gangguan setan maka setan-setan tidak bisa lagi menyesatkan sebagaimana mereka menyesatkan pada bulan-bulan yang lainnya. dan diampuni (dosa-dosa) mereka disetiap akhir malam. dikatakan kepada Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- : wahai Rosulullah, apakah itu lailatul qodar? beliau menjawab : tidak, akan tetapi setiap orang yang beramal diberi pahalanya kepada mereka setiap selesai mengerjakan amalannya." (HR Ahmad, Al-Bazzar dan Al-Baihaqi dengan sanad yang lemah akan tetapi memiliki saksi-saksi)

Lima keutamaan yang diberikan kepada ummat ini pada bulan ramadhan yang tidak diberikan kepada ummat sebelumnya :

1. Bahwa bau mulut orang yang berpuasa bagi Allah lebih wangi dari pada wangi misik. hal ini karena bau mulut disebabkan oleh amalan ketaatan yaitu puasa. akan tetapi bukan berarti seseorang yang berpuasa kemudian menyepelekan kebersihan mulutnya sehingga dapat mengganggu orang lain disekitarnya. dikarenakan bau tersebut tidak dapat dihindarkan pada waktu puasa, maka setiap orang yang berpuasa harus berusaha semaksimal mungkin agar orang disekitarnya tidak terganggu oleh bau mulutnya.

2. Bahwa para malaikat mendoakan ampunan untuk orang-orang yang berpuasa hingga mereka berbuka. dan malaikat adalah makhluk yang dimuliakan, tidak pernah melanggar perintah-perintah-Nya. dan mereka adalah makhluk yang paling utama untuk dikabulkan doanya.

3. Allah -ta'ala- menghiasi surga-Nya setiap hari agar lebih menarik bagi orang-orang yang beramal. agar lebih menyemangati mereka untuk terus mengamalkan ketaatan. karena puasa, mereka dijauhkan dari kenikmatan-kenikmatan dunia dan harus menanggung kesusahan akibat puasa. ini dilakukan dengan harapan untuk menggapai surga.

4. Bahwa setan-setan dibelenggu sehingga tidak bisa mengganggu dan menyesatkan orang-orang yang beriman sebagaimana mereka mengganggu pada bulan-bulan selainnya. karena Allah mengutamakan bulan ramadhan dengan ibadah dan ketaatan kepada-Nya. sehingga orang-orang beriman pun sibuk dengan amalan mereka.

5. Bahwa Allah mengampuni ummat ini pada tiap akhir malam. sebagaimana yang dijelaskan oleh Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bahwa setiap hamba akan diberi pahalanya setiap selesai mengerjakan amalannya. berarti, pada bulan ini, setiap hamba akan diampuni jika mereka telah mengerjakan apa yang diperintahkan kepada mereka dari berpuasa dan melaksanakan amalan-amalan yang lainnya.

Itulah beberapa keutamaan bulan suci ramadhan yang akan datang sebentar lagi. sehingga kita harus benar-benar mempersiapkan diri untuk menghadapinya dengan niat yang lurus dan jiwa yang bersih, karena semua amalan ketaatan sangatlah berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu'.

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :
Keutamaan Puasa RamadhanSebagaimana diketahui bahwa puasa adalah salah satu ibadah terbesar dan sebaik-baiknya amalan ketaatan. dan puasa ramadhan adalah puasa tertinggi dan wajib hukumnya bagi semua muslim. Allah menyatakan bahwa amalan puasa adalah untuk-Nya dan Dia langsung yang memberi balasan yang berlipat-lipat, dikhususkan dengan pintu surga dan dipanggillah orang-orang yang berpuasa darinya untuk masuk, tidak akan memasuki surga lewat pintu tersebut kecuali orang-orang yang berpuasa.



Banyak sekali keutamaan puasa pada bulan ramadhan yang dikabarkan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. diantara keutamaan puasa ramadhan adalah sebagai berikut :

1. Bahwa puasa juga diwajibkan atas ummat sebelum kita. Allah berfirman :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS Al-Baqoroh : 183)

Jika puasa bukan sebuah amalan yang agung, maka tidak mungkin puasa juga diwajibkan atas ummat-ummat sebelum kita. walaupun puasa mereka berbeda dengan puasa kita, artinya bukan pada bulan ramadhan yang diwajibkan atas mereka, akan tetapi amalan puasa itu tersendiri telah diwajibkan atas mereka yang menandakan bahwa amalan ini sangatlah agung.

2. Puasa adalah sebab diampuninya dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غُفِر له ما تقدم من ذنبه

Artinya : "Barang siapa yang puasa Ramadhan dengan iman dan pengharapan (pahala), diampuni dosa-dosa yang telah lampau." (Muttafaq 'Alaihi)

Iman maksudnya beriman dengan Allah dan ridho atas diwajibkannya puasa ramadhan. pengharapan yaitu mengharap balasan dan pahala dari Allah. Jika seseorang telah yakin dan ridho akan kewajibannya berpuasa serta tidak benci atas kewajiban puasa ramadhan, yakin terhadap pahala dan ganjaran yang akan didapat maka dia akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.

3. Bahwa pahala puasa tidak terikat dengan jumlah tertentu, akan tetapi pahalanya diberikan kepada orang yang berpuasa tanpa ada perhitungan. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

كل عمل ابن آدم له يضاعَف الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف ، قال الله تعالى : إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به ، يَدَعُ شهوته وطعامه من أجلي

Artinya : "Semua amalan anak Adam untuknya dan dilipat gandakan setiap satu kebaikan (dianggap) sepuluh kali kebaikan tersebut dan dilipat gandakan menjadi 700 kali. Allah berfirman : Kecuali puasa, karena amalan itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. (disebabkan) meninggalkan sahwatnya dan makanannya demi Aku." (HR Muslim)

4. Dua kabahagiaan bagi orang yang berpuasa. yaitu kebahagiaan ketika berbuka puasa setelah menahan nafsu, lapar dan dahaga sehari penuh. dan kebahagiaan ketika menjumpai Allah diakherat dengan dimasukkannya kedalam surga-Nya. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

للصائم فرحتان فرحة عند فطره وفرحة عند لقاء ربه

Artinya : "Untuk orang yang berpuasa dua kebahagiaan : kebahagiaan ketika berbuka puasa. dan kebahagiaan ketika menemui Tuhannya." (Muttafaq 'Alaihi)

5. Bahwa amalan puasa memberi syafaat kepada yang mengamalkannya. seperti Al-Qur'an yang memberi syafaat diakherat kepada orang yang membacanya. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

الصيام والقرآن يشفعان للعبد يوم القيامة , يقول الصيام : أي رب منعتُه الطعام والشهوة فَشَفِّعْنِي فيه , ويقول القرآن : منعتُه النوم بالليل فَشَفِّعْنِي فيه , قال : فيشفعان

Artinya : "Puasa dan Al-Qur'an memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat. puasa berkata : Wahai Robb, aku telah menahannya dari makanan dan syahwat maka berikanlah syafaat. Al-Qur'an berkata : Wahai Robb, aku telah menahannya dari tidur dimalam hari maka berilah syafaat. Rosulullah berkata : maka keduanya memberi syafaat." (HR Ahmad, Ath-Thabrany dan Al-Hakim)

Itulah 5 keutamaan puasa ramadhan. dan masih banyak lagi keutamaan-keutamaan yang berkaitan dengan amalan puasa. dengan diwajibkannya amalan-amalan bukan saja memberikan pahala bagi kita, bahkan menjadikan kita sebagai makhluk yang utama dan penuh dengan masa depan yang cerah. semoga kita dijadikan sebagai hamba-hamba-Nya yang taat dan ridho dengan semua keputusan-Nya.

HUKUM PUASA RAMADHAN

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :


123Bagikan

Puasa ramadhan adalah salah satu rukun Islam yang agung. ibadah yang paling agung sehingga pahalanya tidak terhingga. amalan spesial yang mana Allah secara khusus menyediakan satu pintu khusus disurga bagi orang-orang yang berpuasa yang tidak akan masuk darinya kecuali dan hanya orang-orang yang berpuasa.
• Hukum Puasa Ramadhan

• Syarat Wajib Puasa Ramadhan

• Tahun Disyariatkannya Puasa Ramadhan

• Tahap-Tahap Diwajibkannya Puasa Ramadhan

Allah berfirman akan hukum puasa ramadhan :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ # أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ # شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ


Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (183) (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (184) (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (185)" (QS Al-Baqoroh : 183-185)

Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :
بُنِيَ الإسلامُ على خمس : شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله ، وإقام الصلاة ، وإيتاء الزكاة ، وحج البيت ، وصوم رمضان

Artinya : "Islam dibangun atas 5 dasar : syahadat "tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah rosulullah," mendirikan sholat, membayar zakat, haji kebaitullah dan puasa ramadhan." (Muttafaq 'Alaihi)

- Hukum Puasa Ramadhan

Seluruh ummat telah sepakat akan hukum puasa ramadhan adalah wajib atas muslim yang baligh, berakal, dan mampu sebagaimana dijelaskan ayat dan hadits diatas. dan barang siapa yang mengingkari kewajiban tersebut maka dia telah kafir.

- Syarat Wajib Puasa Ramadhan

Sebagaimana puasa ramadhan wajib atas setiap muslim, akan tetapi seorang harus memiliki syarat-syarat berikut yang menjadikan puasa ramadhan itu wajib atasnya :

1. Islam dan puasa ramadhan tidak wajib selain atas orang muslim.
2. Baligh, puasa ramadhan tidak wajib atas anak-anak yang belum baligh.
3. Berakal, tidak gila atau pingsan. puasa ramadhan tidak wajib atas mereka.
4. Mampu, tidak sakit yang dapat menghalangi seseorang untuk berpuasa.
5. Bermukim disuatu tempat. tidak sedang bepergian dengan jarak yang diperbolehkan qoshor sholat.
6. Tidak sedang berhalangan seperti haid atau nifas.

- Tahun Disyariatkannya Puasa Ramadhan

Puasa ramadhan disyariatkan dan diwajibkan pada tahun 2 hijriyah. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- berpuasa ramadhan selama 9 tahun sebelum beliau meninggal.

- Tahap-Tahap Diwajibkannya Puasa Ramadhan

Sebagaimana khamr diharamkan dengan cara bertahap. Puasa ramadhan juga diwajibkan atas semua muslim dengan 2 tahap, yaitu :

Tahap Pertama : Puasa ramadhan belum secara penuh diwajibkan atas setiap individu. dan seseorang diberi pilihan untuk memilih antara berpuasa atau memberi makan orang miskin dengan penjelasan bahwa berpuasa lebih utama. Allah berfirman :
وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya : "Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS Al-Baqoroh : 184)

Ketika turun ayat diatas, puasa ramadhan belum diwajibkan. seorang muslim hanya diberi pilihan antara berpuasa dan memberi makan seorang miskin.

Tahap Kedua : Diwajibkannya puasa tanpa ada pilihan. yaitu setelah turunnya ayat setelah ayat diatas. Allah berfirman :
فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

Artinya : "Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain." (QS Al-Baqoroh : 185)

Allah mewajibkan puasa ramadhan tanpa ada pilihan sebagaimana tahap pertama. dan barang siapa yang mendapati bulan ramadhan maka dia wajib berpuasa pada bulan tersebut. dan jika sakit atau dalam bepergian maka wajib baginya untuk mengganti pada hari diluar bulan ramadhan sebanyak hari yang ditinggalkan.

Begitulah sekilas tentang hukum puasa ramadhan. kita sebagai ummat muslim patutlah untuk bersyukur karena telah menjadikan bulan yang mulai ini kepada kita dan Allah memuliakan kita karena telah mempercayakan perintah-Nya kepada kita, yaitu perintah-Nya akan puasa ramadhan.